Kamis, 17 Desember 2015



Laporan Praktikum Biologi
Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman
Kacang Hijau




unduhan
unduhan

Kelompok Jasminum sambac
Anggota Kelompok:
1)      Alfina Akmilun Nisa               02
2)      El Rindya Churuliain              05
3)      Ella Absari                              06
4)      Linda Mayasari                       00
5)      Nava Ella Anjasyana               00


UPTD SMA NEGERI 1 MOJO
Jl. Tambangan No. 16 Mlati Mojo Kab. Kediri
Tahun Pelajaran 2015-2016

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga berkat pertolongannya penulisan  laporan yang berjudul “Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau” dapat terselesaikan.
Berkat bantuan dan dorongan semangat dari berbagai pihak maka segala kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi dapat teratasi. Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1.      Bapak Drs Aris Susanto selaku kepala SMA NEGERI 1 MOJO.
2.       Ibu Umi Hasanah selaku guru biologi yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan dan motivasi sehingga penulisan laporan ini dapat terselesaikan.
3.      Teman-teman yang telah memberi semangat dan motivasi kepada penulis.
Atas segala bantuan dan keikhlasannya, penulis hanya mampu berdoa semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda.
Sebagai manusia penulis memiliki berbagai keterbatasan, kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis berharap kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi perbaikan pada penulisan laporan berikutnya.

 Kediri, 27 September 2015

Penulis



Daftar Isi
Halaman Depan....................................................................................................... i 
Kata Pengantar........................................................................................................ ii 
Daftar Isi................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................................. 1
 1.2 Rumusan Masalah............................................................................................. 2 
1.3 Tujuan Percobaan.............................................................................................. 2
 1.4 Hipotesis...........................................................................................................  2 
  1.5 Manfaat Penulisan............................................................................................. 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kacang Hijau..................................................................................................... 4
 2.2 Pertumbuhan dan Perkembangan..........................................,,,,,,,,.................... 5 
2.3 Klorofil.............................................................................................................. 5 
2.4 Auksin............................................................................................................... 7
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan.................................................................................................. 9 
3.2 Langkah Kerja................................................................................................... 9  
 3.3 Tempat dan Waktu............................................................................................ 9
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Hasil Percobaan...................................................................................... 10 
4.2 Pembahasan..................................................................................................... 10
BAB IV PENUTUP
5.1Kesimpulan.....................................................................................................  12 
5.2 Saran..............................................................................................................  12

Daftar Pustaka....................................................................................................... 13 Lampiran............................................................................................................... 14



BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Tanaman sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Tanpa tanaman, maka manusia tidak akan bisa mendapatkan makanan untuk bertahan hidup. Meskipun manusia bisa memakan hewan, namun hewan itu sendiri juga memerlukan tanaman sebagai makanan. Tanaman dapat menghasilkan makanan sendiri karena tanaman memiliki klorofil. Dengan klorofil tanaman dapat membuat makanan melalui proses fotosintesis dengan bantuan cahaya (kalor). Selain sebagai makanan, tanaman juga penting dalam proses pernapasan manusia dan hewan. Manusia dan hewan bernapas menghirup oksigen (O2), sedangkan makhluk yang dapat menghasilkan oksigen adalah tanaman. Jadi pada dasarnya hidup manusia dan hewan bergantung pada tanaman. Oleh sebab itu, manusia seharusnya merawat tanaman dengan baik.
Sama seperti manusia, tanaman dapat tumbuh dengan baik apabila mendapat makanan yang cukup. Karena proses fotosintesis dapat berlangsung dengan baik dengan bantuan cahaya, maka  kehidupan tanaman sangat dipengaruhi oleh cahaya. Tanpa adanya cahaya, tanaman masih mungkin hidup namun pertumbuhannya tidak akan optimal.
Dari sekian banyak tanaman yang bermanfaat bagi manusia, salah satunya adalah kacang hijau (Vigna radiata). Selain rasanya yang lezat, kacang hijau memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Contohnya bagi kesehatan mata manusia, karena kandungan vitamin A pada kacang hijau yang tinggi kacang hijau sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Selain vitamin A kacang hijau juga mengandung antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini dan kanker. Selain manfaat tersebut, kacang hijau masih memiliki manfaat lain.
Cahaya dan tanaman kacang hijau bukanlah hal asing dalam kehidupan sehari-hari manusia, jadi tidak akan sulit untuk melakukan penelitian terhadap dua hal tersebut. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau, dan menulis laporan praktikum yang berjudul “Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau

1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, kami membuat beberapa rumusan masalah :
1.    Apakah cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau?
2.    Bagaimana perbedaan pertumbuhan tanaman kacang hijau di tempat yang cukup cahaya dan kurang cahaya?

1.3         Hipotesis
1.      Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
2.      Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau di tempat yang cukup cahaya lebih baik daripada di tempat yang kurang cahaya.


1.4         Tujuan Penelitian
a.         Mengamati pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang hijau.
b.        Mengamati perbedaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau yang ditanam di tempat remang dan terang.







1.5              Manfaat
a)    Bagi siswa:
1.    Siswa dapat lebih memahami teori tentang pengaruh cahaya terhadap tanaman kacang hijau.
2.    Sebagai sumber informasi dan referensi tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman
b)   Bagi guru:
1.    Guru dapat mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan.




















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

1.1  Kacang Hijau
Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuksuku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagaitauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.

 Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsiumdan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh.

Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menjadikan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah berbau.

Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Kacang hijau juga mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh, oleh karena itu anak-anak dan wanita yang baru saja bersalin dianjurkan untuk mengkonsumsinya.


1.2  Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah proses kenaikan massa dan volume yang irreversibel (tidak kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebutSelama pertumbuhan terjadi pertambahan jumlah dan ukuran sel. Pertumbuhan dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan. Pertumbuhan pada tumbuhan terutama terjadi pada jaringan  meristem (ujung akar, ujung batang, dan ujung kuncup). Tumbuhan monokotil tumbuh dengan cara penebalan karena tidak mempunyai kambium, sedangkan tumbuhan dikotil pertumbuhan terjadi karena adanya aktivitas kambium. Kambium memegang peranan penting untuk pertumbuhan diameter batang. Kambium tumbuh ke dalam membentuk xilem (kayu), ke arah luar membentuk floem.


1.3  Klorofil

Klorofil dan fotosintesis adalah sesuatu yang sangat berhubungan karena Klorofil sangat penting untuk fotosintesis, yang memungkinkan tanaman untuk menyerap energi dari cahaya.

Molekul klorofil secara khusus diatur di dalam dan sekitar fotosistem yang tertanam dalam membran tilakoid kloroplas. Di bagian ini, klorofil memiliki dua fungsi utama. Fungsi dari sebagian besar klorofil (sampai beberapa ratus molekul per fotosistem) adalah untuk menyerap cahaya dan mentransfer energi cahaya melalui transfer energi resonansi ke sepasang klorofil khusus di pusat reaksi fotosistem.

Kedua saat diterima fotosistem unit fotosistem II dan fotosistem I, yang memiliki klorofil sendiri pusat reaksi yang berbeda, bernama P680 dan P700, masing-masing. Pigmen ini dinamai panjang gelombang (dalam nanometer) merah-puncak maksimum penyerapan mereka . Sifat identitas, fungsi dan spektral dari jenis klorofil di setiap fotosistem yang berbeda dan ditentukan oleh satu sama lain dan struktur protein yang mengelilingi mereka. Setelah diambil dari protein ke dalam pelarut (seperti aseton atau metanol).

Fungsi dari klorofil pusat reaksi adalah dengan menggunakan energi yang diserap oleh dan dipindahkan ke sana dari pigmen klorofil lainnya di fotosistem untuk menjalani pemisahan muatan, reaksi redoks tertentu di mana klorofil menyumbangkan elektron ke dalam serangkaian intermediet molekul yang disebut rantai transpor elektron. Reaksi dibebankan pusat klorofil (P680 +) yang kemudian dikurangi kembali ke keadaan dasar dengan menerima elektron. Dalam fotosistem II, elektron yang mengurangi P680 + akhirnya berasal dari oksidasi air menjadi O2 dan H + melalui intermediet beberapa. Reaksi ini adalah bagaimana organisme fotosintetik seperti tanaman menghasilkan gas O2, dan merupakan sumber untuk hampir semua O2 di atmosfer bumi. Fotosistem I biasanya bekerja secara seri dengan fotosistem II, sehingga + P700 dari fotosistem I biasanya berkurang, melalui intermediet banyak dalam membran tilakoid, oleh elektron akhirnya dari fotosistem II. Reaksi transfer elektron dalam membran tilakoid yang kompleks, bagaimanapun, dan sumber elektron yang digunakan untuk mengurangi P700 + dapat bervariasi.

Aliran elektron dihasilkan oleh pigmen reaksi pusat klorofil digunakan untuk antar-jemput H + ion melintasi membran tilakoid, menyiapkan potensi kemiosmotik digunakan terutama untuk menghasilkan ATP energi kimia, dan elektron-elektron pada akhirnya mengurangi + NADP ke NADPH, reduktor universal yang digunakan untuk mengurangi CO2 menjadi gula serta pengurangan biosintesis lainnya.

Reaksi pusat klorofil-protein kompleks mampu langsung menyerap cahaya dan melakukan kegiatan tanpa biaya pemisahan pigmen klorofil lain, tetapi salib penyerapan bagian (kemungkinan menyerap foton di bawah intensitas cahaya yang diberikan) kecil. Dengan demikian, klorofil yang tersisa di fotosistem dan kompleks antena protein pigmen yang berhubungan dengan fotosistem semua kooperatif menyerap dan menyalurkan energi cahaya ke pusat reaksi. Selain klorofil, ada pigmen lain, yang disebut pigmen aksesori, yang terjadi dalam protein kompleks pigmen antena.

Sebuah siput laut hijau, Elysia chlorotica, telah ditemukan untuk menggunakan klorofil untuk dimakan dan melakukan fotosintesis untuk dirinya sendiri. Proses ini dikenal sebagai kleptoplasty, dan tidak ada hewan lainnya yang memiliki kemampuan ini.


1.4  Auksin

Auksin adalah zat hormon tumbuhan yang ditemukan pada ujung batang, akar, dan pembentukan bunga yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Auksin berperan penting dalam pertumbuhan tumbuhan. Peran auksin pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Belanda bernama Fritz Went (1903-1990).

Fungsi dari hormon auksin ini dalah membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan, baik itu pertumbuhan akar maupun pertumbuhan batang, mempercepatperkecambahan, membantu dalam proses pembelahan sel, mempercepat pemasakan buah, mengurangi jumlah biji dalam buah. kerja hormon auksin ini sinergis dengan hormon sitokinin dan hormon giberelin. Tumbuhan yang pada salah satu sisinya disinari oleh matahari maka pertumbuhannya akan lambat karena kerja auksin dihambat oleh matahari tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak dihambat. Sehingga hal ini akan menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah sinar matahari atau yang disebut dengan fototropisme.

Untuk membedakan tanaman yang memiliki hormon yang banyak atau sedikit kita harus mengetahui bentuk anatomi dan fisiologi pada tanaman sehingga kita lebih mudah untuk mengetahuinya. Sedangkan untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang terang dan gelap diantaranya untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang gelap pertumbuhan tanamannya sangat cepat selain itu tekstur dari batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan. Hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari. Sedangkan untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan di tempat gelap, tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan, hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin dihambat oleh sinar matahari.

Cara kerja hormon auksin adalah menginisiasi pemanjangan sel dan juga memacu protein tertentu yg ada di membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ mengaktifkan enzim ter-tentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun dinding sel. Sel tumbuhan kemudian memanjang akibat air yang masuk secara osmosis.


          

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan
a. Gelas plastik (bekas aqua)
b. Kapas
c. Penggaris
d. Alat tulis
e. Air
f. Biji kacang hijau

3.2 Langkah Kerja
1.      Merendam biji kacang hijau selama 12 jam. Selanjutnya memilih 10 biji kacang hijau yang tenggelam kemudian meniriskan biji tersebut.
2.      Menyiapkan dua gelas plastik dan memasukkan kapas yang telah dibasahi kedalamnya, menandai gelas plastik dengan label ‘gelap’ dan ‘terang’.
3.      Melatakkan 5 biji kacang hijau pada permukaan kapas dalam gelas plastik ‘gelap’ dan 5 biji pada gelas plastik ‘terang’.
4.      Meletakkan gelas plastik ‘gelap’ di tempat yang kurang cahaya dan gelas plastik ‘terang’ di tempat yang banyak mendapat cahaya.
5.      Menambahkan sedikit air ke dalam gelas plastik untuk menjaga kapas tetap basah.
6.      Setelah satu minggu, mengukur panjang akar dan batang menggunakan penggaris, dan menghitung rata-rata panjang akar dan batang dari ke 5 tanaman kacang hijau pada gelas ‘terang’ dan ‘remang’. Mengamati pula warna dan jumlah daunnya.

3.3 Tempat dan Waktu
Tempat               : Laboratorium IPA dan ruang kelas SMAN 1 Mojo
Tanggal              : 27 Agustus – 2 September 2015



BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN

4.1  Data Percobaan
1.      Pertumbuhan
Pembeda
Remang
Terang
Jumlah daun
2
2
Panjang daun
2,5 cm
-
Tinggi batang
21 cm
10,3 cm
Jumlah akar
Tunggang:1 Serabut: ±28
Tunggang: 1 Serabut: -

2.      Perkembangan
Pembeda
Remang
Terang
Warna daun
Hijau pucat (hampir putih)
Hijau muda
Kondisi batang
Mudah patah
Tidak mudah patah
Warna batang
Hijau pucat
Hijau muda
Kondisi akar
Rapuh
Cukup kuat


4.2  Pembahasan
Berdasarkan data diatas, pertumbuhan tanaman kacang hijau di tempat yang terang lebih lambat daripada kacang hijau di tempat yang remang. Tinggi rata-rata tanaman kacang hijau di tempat yang remang dapat mencapa 21 cm, namun tinggi kacang hijau yang berada di tempa terang hanya mencapai 10,3. Hal tersebut terjadi karena hormon auksin yang salah satu fungsinya merangsang pemenjangan tunas ujung tanaman, kerjanya terhambat oleh sinar matahari. Selain itu ukuran daun dan akar tanaman kacang hijau yang berada di tempat yang remang juga lebih besar daripada kacang hijau di tempat yang terang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman di tempat yang remang lebih baik daripada di tempat yang terang.
Pada tabel perkembangan, dapat dilihat bahwa kacang hijau di tempat terang lebih berkembang daripada di tempat remang. Seperti pada bagian daun, daun kacang hijau yang ditanam di  tempat terang warnanya lebih hijau dan lebih gelap. Hal tersebut menunjukkan bahwa kadar klorofil dalam daun kacang hijau yang ditanam di tempat yang terang lebih banyak daripada daun tanaman yang ditanam di tempat yang remang. Perbedaan kadar klorofil tersebut disebabkan oleh adanya sinar matahari. Klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis akan lebih aktif di tempat yang terang karena energi yang dibutuhkan untuk melakukan fotosintesis adalah kalor dari sinar matahari.
Kacang hijau yang ditanam ditempat yang kurang mendapat cahaya pertumbuhannya lebih baik, tetapi perkembangannnya lebih lambat daripada kacang hijau yang ditanam ditempat yang terang. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya matahari memperlambat pertumbuhan tanaman tetapi mempercepat perkembangan tanaman tersebut.















BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:
1)        Cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
2)        Cahaya matahari memperlambat pertumbuhan, namun cahaya matahari mempercepat perkembangan tanaman kacang hijau.

5.2 Saran
a.       Untuk mendapatkan hasil percobaan yang baik dan jelas, dalam melakukan percobaan harus mengikuti langkah-langkah yang telah tertulis dalam LKS dengan benar.
b.      Agar data yang dihasilkan akurat, dalam melakukan percobaan harus teliti dan hati-hati.














Daftar Pustaka

Suwarno. 2009. Biologi XII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


https://id.wikipedia.org/wiki/Auksin Rabu, 9 September 2015.





















Lampiran

Alat dan Bahan:
 
Memberi label pada gelas plastik:
Membasahi kapas:
 

Meletakkan biji kacang hijau pada gelas plastik:
 
Letak gelas plastik:
 



Mengukur tanaman kacang hijau:
  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar