Jumat, 04 Desember 2015

Laporan Praktikum



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG HIJAU

 








Kelompok Gnetum gnemon :
1.      Febri Riska T.
2.      Nelly Kurniawati
3.      Salsabila Fitrah R.
4.      Thalia R.

UPTD SMAN I MOJO
Jl. Tambangan melati Kec. Mojo Kab. Kediri
Tahun Ajaran 2015/2016

KATA PENGANTAR


Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas segala limpahan rahmat dan petunjuk-Nya sehingga kami dapat melakukan sebuah praktikum Biologi dan menyelesaikan laporan praktikum ini. Tidak lupa pula kami ucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Umi selaku guru pembimbing dalam melakukan sebuah praktikum tersebut.
Di dalam praktikum tersebut kami mengamati dan melakukan percobaan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau. Laporan praktikum ini berisikan dua hasil praktikum, yaitu bagaimana pertumbuhan biji kacang hijau yang ditaruh di tempat yang terang dan yang ditaruh di tempat yang gelap.
Kesuksesan tidak akan datang tanpa adanya usaha. Harapan kami laporan praktikum ini dapat di terima dengan nilai yang bagus. Sebagai manusia biasa, penyusunan laporan ini tidak luput dari kesalahan dan banyak kekurangan, kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan. Terima kasih.




Kediri,  7 September 2015


Penyusun


DAFTAR ISI



BAB I

PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang

Pada kegiatan pembelajaran kali ini kami mempelajari tentang faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantaranya volume, massa, dan tinggi) pada makhluk hidup.
Sedangkan pertumbuhan adalah proses perubahan yang menyertai pertumbuhan menuju tingkat pematangan atau kedewasaan makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal  merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan faktor hormon, sedangkan faktor eksternal atau faktor lingkungan merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah cahaya.
Untuk itu, kami ingin mengetahui, melihat, dan membuktikan sendiri teori tersebut, yang berguna untuk menambah pengetahuan, dan untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru kami.

1.2      Rumusan Masalah

1)      Adakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau?
2)   Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau?


1.3      Tujuan

1)    Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
2)    Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakkan di tempat yang berbeda intensitas cahayanya.

1.4       Manfaat Penelitian

1)    Memberikan pengalaman serta pengetahuan bagi penulis tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan  biji kacang hijau yang diletakan di lingkungan yang  berbeda intensitas cahayanya.
2)   Menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan di lingkungan yang berbeda intensitas cahayanya, sehingga menanam kacang hijau dengan intensitas cahaya yang tepat.


BAB II

METODE EKSPERIMEN


2.1     Alat dan Bahan

1)   Gelas aqua
2)   Kapas
3)   Penggaris
4)   Alat tulis
5)   Air
6)   Biji kacang hijau (sebanyak 20 biji)

2.2     Langkah Kerja

1)   Merendam 20 biji kacang hijau selama 35 jam. Selanjutnya memilih 10 biji kacang hijau yang tenggelam kemudian ditiriskan.
2)   Menyiapkan dua gelas aqua dan memasukkan kapas yang telah dibasahi dengan air ke dalam gelas. Menandai kedua gelas aqua tersebut dengan kode A dan B.
3)   Meletakkan 5 biji kacang hijau di permukaan kapas pada gelas aqua A dan 5 biji kacang hijau di permukaan gelas aqua B.
4)   Meletakkan gelas aqua A di tempat gelap dan gelas aqua B di tempat terang. Menjaga kapas agar selalu basah dengan cara menambahkan air pada gelas aqua.
5)   Selama 5 hari berturut-turut, dilakukan pengukuran panjang batang tanaman kacang hijau menggunakan penggaris. Kemudian pada hari ke 5 dihitung panjang akar tanaman kacang hijau pada gelas A dan gelas aqua B. Selanjutnya, mengamati warna dan menghitung jumlah daun dan batang tanaman kacang hijau pada kedua gelas aqua tersebut.

2.3     Waktu dan Tempat

Waktu : Jumat, 12 september – Rabu, 17 september 2015
Tempat : Laboratorium IPA, Kelas XII IPA 2

BAB III

 DATA DAN PEMBAHASAN


3.1     Data Eksperimen

1)      Pertumbuhan
Tempat
Hari
Akar hari ke-5
1
2
3
4
5
Terang
(kapas)
Mulai berkecambah
0,5cm
2,5cm
7 cm
10,8cm
1 akar tunggang dan 28 cabang akar
Gelap
(kapas)
Mulai berkecambah
4 cm
9 cm
17cm
29 cm
1 akar tunggang dan 34 cabang akar

2)      Perkembangan

Organ
Tumbuhan di tempat gelap
Tumbuhan di tempat terang
Daun
Berwarna kuning pucat
Berwarna hijau segar
Batang
Lemah, berwarna pucat
Kuat, berwarna hijau
Akar
Lebih panjang
Lebih pendek

3.2     Pembahasan

Dari kelima biji yang kami tanam di tempat terang hanya 2 biji saja yang tumbuh, sedangkan 3 biji yang lain mengering. Kemungkinan yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya penyiraman dan intensitas cahaya yang terlalu banyak. Biji yang kami tanam di tempat gelap mengalami hal yang serupa, dari kelima biji yang kami tanam hanya 2 biji saja yang tumbuh, sedangkan 3 biji lain membusuk. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air daa biji semakin tinggi. Masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. Air yang masuk akan memacu embrio dalam biji untuk melepaskan hormon giberelin. Hormon ini mendorong pelepasan enzim yang berfungsi menghidrolisis makanan cadangan sehingga terbentuk energi. Air berfungsi untuk menyiram tanaman agar tetap segar dan tidak layu serta sebagai media reaksi kimia dalam sel, menunjang fotosintesis dan menjaga kelembapan. Bila tanaman kekurangan air akan mengakibatkan tanaman enjadi kering, kekurangan nutrisi, dan proses perkecambahan tidak terjadi secara optimal.
Dari data di atas dapat dilihat bahwa tanaman yang ditanam di tempat terang dan gelap mempunyai perbedaan tinggi tanaman dan keadaan tanaman yang jauh berbeda. Pada gelas aqua A kacang hijau yang telah ditanam di tempat gelap selama 5 hari memilikki panjang 29 cm, sedangkan pada gelas aqua B kacang hijau yang telah ditanam di tempat terang selama 5 hari memiliki panjang 10,8 cm.  Hal ini membuktikan bahwa tanaman kacang hijau akan tumbuh lebih tinggi jika di letakkan di tempat gelap dari pada di tempat yang terang. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Kacang hijau yang diletakkan pada tempat terang mendapat cahaya dengan intensitas yang sangat besar, akibatnya pertumbuhan kacang hijau akan terhambat, karena hormon auksin pada tanaman ini akan terurai oleh matahari. Akan tetapi dapat melakukan fotosintesis sehingga batang kuat dan daun berwarna hijau. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Pada tempat gelap, kacang hijau tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali, akibatnya hormon auksin yang terdapat pada biji kacang hijau menjadi sangat aktif dan bekerja secara optimal. Hal itu menyebabkan pertumbuhan kacang hijau menjadi sangat cepat namun kurang merata, sehingga tanaman mengalami etolasi (batang tanaman yang tumbuh lebih panjang,tetapi dengan kondisi fisik yang kurang sehat, akarnya banyak,batang terlihat pucat dan lemah,warna daun yang pucat karena kekurangan klorofil).

           




BAB IV

PENUTUP


4.1     Kesimpulan

1)   Cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
2)   Cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman, hal ini terjadi karena cahaya dapat menguraikan hormon auksin. Akan tetapi kekurangan cahaya juga dapat mengakibatkan etolasi yang dengan waktu yang lama dapat mengakibatkan kematian karena tidak dapat berfotosintesis.

4.2            Saran

1)    Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil
2)    Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan secara teliti.
3)    Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid.

DAFTAR PUSTAKA


Sukoco, Teo, dkk. 2015. Biologi kelas XII. Klaten: Intan Pariwara.
Ericka, Darmawan. (2012). Pengaruh cahaya terhadap warna daun. From: https://erickbio.wordpress.com/2012/08/09/pengaruh-cahaya-terhadap-warna-daun/, 07 September 2015.

Riandari, Henny.2012. Biologi untuk kelas XII SMA dan MA. Solo: Global.


 LAMPIRAN


 

 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar