Rabu, 06 Januari 2016

Laporan Praktikum 12 IPA3



PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KEDELAI
                                                                             



Di Susun Oleh Kelompok : Prunus serrulata
Anggota Kelompok :
M. Syibro Malisi
Nur Mala Sekar Dewi
Nuril Anafik
Laili Nur Zaidah


SMA NEGERI 1 MOJO KEDIRI JAWA TIMUR
Tahun pelajaran 2015/2016


KATA PENGANTAR

        Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan percobaan ini. Laporan ini di buat dengan tujuan untuk mengamati PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI.
Dalam penulisan laporan ini kami banyak mengalami hambatan, namun berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan laporan ini.
            Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan kepada kami. Kami sadar penulisan laporan ini masih dalam proses pembelajaran, sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang positif agar laporan ini menjadi lebih baik.
            Kami harap laporan yang sederhana ini dapat memberi informasi dan pengetahuan bagi pembaca.







Kediri, 25 September 2015

                                  Tim Penyusun



DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Penelitian
1.4  Manfat Penelitian
BAB II Metode penelitian
2.1  Alat dan Bahan
2.2  Cara Kerja
2.3  Waktu Dan Tempat
BAB III Data dan Pengamatan
3.1  Tabel Pengamatan
3.2  Pembahasan
BAB IV Penutup
4.1  Kesimpulan
4.2  Saran
Daftar Pustaka
Lampiran


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Adapun pengertian dari pertumbuhan adalah proses pertambahan volume, massa, dan tinggi batang karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan atau terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.
Berbicara tentang cahaya, tumbuhan juga memerlukan cahaya. Banyak cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu.
Berdasarkan teori cahaya matahari mempegaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat, namun dengan kondisi pucat, kurus, dan daunnya tidak berkembang atau etiolasi, sebaliknya tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat.
Berdasarkan teori tersebut, kami ingin membuktikan kebenarannya dengan menggunakan biji kedelai, supaya dapat diketahui perbedaan pertumbuhan di tempat gelap, redup, dan terang. Serta faktor apa yang mempengaruhinya.

1.2  Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kedelai?


1.3  Tujuan penelitian
Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kedelai.


1.4  Manfaat Penelitian
-          Mengetahui perbedaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman di tempat gelap, redup, dan terang. Serta faktor apa saja yang mempengaruhinya.
-          Dapat menambah wawasan siswa dalam hal praktek.
-          Menciptakan kekompakkan dan kerja sama tim yang baik.
-          Melatih ketelitian siswa dalam hal penagamatan. Misal pengukuran panjang batang, jumlah akar, dan sebagainya.


BAB II
METODE PENELITIAN
2.1   Alat dan Bahan :
-          6 gelas aqua
-          Alat tulis
-          Penggaris
-          Sendok
-          Tanah
-          Air
-          24 butir biji kedelai

2.2   Cara Kerja
1.      Merendam biji kacang kedelai selama 10 jam.
2.      Meniriskan 24 biji kedelai.
3.      Menyiapkan 6 gelas aqua yang sudah di lubangi pada bagian bawah, dan diberi tanda pada setiap gelas aqua dengan kode A1, A2, B1, B2, C1, dan C2.
4.      Memasukkan tanah ke dalam gelas aqua hingga memenuhi sebagian gelas aqua.
5.      Meletakkan 4 biji kedelai pada masing-masing gelas aqua.
6.      Menutup biji yang sudah di tanam kurang lebih 1cm.
7.      Menyiram dengan air secukupnya.
8.      Meletakkan gelas pada ruangan yang sudah di tentukan. Masing-masing tempat 2 buah gelas.
9.      Mengukur panjang akar, batang, jumlah daun, dan warna daun setelah hari ke-7
1.   Mencatat hasil pengamatan pada tabel yang sudah di sediakan.

2.3   Waktu dan Tempat
Waktu       : 27 Agustus – 2 September 2015
Tempat      : SMAN 1 MOJO


BAB III
DATA DAN PENGAMATAN

3.1   Tabel Pengamatan
Hal yang diamati.
Rata-rata panjang akar, batang, jumlah daun, dan warna daun.
Label A
Label B
Label C
Panjang, jumlah, dan warna akar
-          Panjang 5,5 cm
-          Jumlah 31
-          Warna putih pucat
-          Panjang 16 cm
-          Jumlah 28
-          Warna putih pucat
-          Panjang    7 cm
-          Jumlah 23
-          Warna putih pucat
Panjang dan warna batang
-          Panjang 8,3 cm
-          Warna hijau
-          Panjang 20,1 cm
-          Warna putih kehijauan
-          Panjang  25 cm
-          Warna putih pucat
Jumlah, lebar, dan warna daun
-          Jumlah 2 lembar
-          Lebar   1,9 cm
-          Warna hijau tua
-          Jumlah 2 lembar
-          Lebar    1,2 cm
-          Warna hijau muda
-          Jumlah 2 lembar
-          Lebar    0,9 cm
-          Warna kuning

3.2  Pembahasan
Tipe perkecambahan biji kedelai adalah perkecambahan epigeal karena terjadi pemanjangan bagian hipokotil, yaitu ruas batang di bawah kotiledon. Hal ini ditandai dengan terangkatnya kotiledon ke atas permukaan tanah.
Percobaan ini di lakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kedelai. Biji kedelai yang telah dipilih dan di tanam pada tanah humus mendapatkan tiga perlakuan, yaitu pada gelas A diletakkan di tempat terang, gelas B diletakkan di tempat redup, dan gelas C di letakkan di tempat gelap. Setelah itu di lakukan pengukuran terhadap pertumbuhan tanaman.
Pada tempat gelap, biji kedelai tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali. Akibatnya hormon auksin yang terdapat pada biji kedelai sangat aktif dan bekerja secara optimal. Hal itu menyebabkan pertumbuhan biji kedelai menjadi sangat cepat namum kurang merata. Sehingga batangnya lemah dan warnanya kekuning-kuningan. Akibatnya batang tanaman akan lebih panjang, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, batang kurus, warna batang pucat dan daun berwarna kekuningan karena kekurangan klorofil.
Pada tempat redup, biji kedelai mendapatkan sedikit cahaya matahari. Akibatnya hormon auksin yang terdapat pada biji kedelai sedikit aktif dan bekerja cukup optimal. Hal itu menyebabkan pertumbuhan biji kedelai menjadi cepat namun kurang merata. Sehingga batangnya cukup lemah dan warnanya putih. Akibatnya batang tanaman sedikit lebih panjang, tetapi kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, batang cukup kurus, warna batang putih kehijauan, dan daun berwarna hijau muda karena mendapatkan sedikit klorofil.
Pada tempat terang, biji kedelai mendapatkan banyak cahaya dengan intensitas yang sangat besar. Akibatnya pertumbuhan biji kedelai akan lambat karena sebagian besar hormon auksin terurai oleh sinar matahari. Akibatnya pertumbuhan biji kedelai di tempat terang tegak lurus, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi kondisi fisik tanaman sehat, batang terlihat gemuk dan kuat, daun terlihat segar dan berwarna hijau karena mendapatkan cahaya yang ukup untuk fotosintesis serta memiliki cukup klorofil.
Setelah 7 hari, kami melanjutkan penelitian dengan mengukur panjang akar, jumlah akar, dan warna. Pada tempat terang panjang akar  hanya 5,5cm tidakterlalau panjang di bandingkan di tempat redup dan gelap, karena pengaruh cahaya sehingga kerja auksin terhambat. Namun untuk panjang akar di tempat redup  mencapai 16 lebih panjang di banding tempat gelap yang hanya 7cm. Kegagalan percobaan juga pada jumlh akar di tempat redup yang berjumlh 28 lebih banyak di banding tempat gelap yang jumlahnya 23. Hal in tentusaja tidak sesuai teori, mungkin hal ini terjadi karena pada saat kami mencabut tanaman sisa akar tidak tercabut sema , melainkan masih tertinggal di tanah. Selain itu juga terjadi tragedi hilangnya tanaman kami dan 2 hari setelah itu di temukan di luar dalam keadaan terpapar sinar matahari hal ini, juga menjadi salah satu sebab ketidaksesuaiannya dengan teori.
Untuk panjang batang dan warna batang. Pada tempat gelap panjang batang 25cm, dengan warna pucat, lebih panjang di bandingkan dengan di tempat redup yang memiliki panjang  20,1cm dengan warna putih kehijauan maupun di tempat terang dengn panjang 8,3cm yang berwarna hijau. Hal in karena pengaruh akumulasi auksin sebagai akibat tidak adanya cahaya matahari. Sehingga tanaman di tempat gelap mengalami atiolasi dan batangnya memanjang lebih cepat dibandingkan  di tempat redup maupun terang dengan kondisi pucat dan lemah.
Untuk warna dan lebar daun, pada tempat gelap, redup, maupun terang sudah sesuai dengan teori. Pada tanaman di tempat terang daun berwarna hijau dan lebarnya 1,9cm. Pada tempat redup daunnya berwarna hijau muda dari pada dengan leba daunr 1,2cm, dan pada tanaman di tempat gelap daunnya berwarna kuning karena kekurangan sinar matahari dengan lebar daun hanya 0,9 cm.


BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
Dari penelitian yang di lakukan, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil, di antaranya:
1.      Tipe perkecambahan biji kedelai adalah perkecambahan epigeal.
2.      Tanaman yang di tempatkan di tempat terang arah tumbuhnya tegak lurus ke arah matahari,  di tempat redup batang tumbuh sedikit bengkok menuju arah cahaya matahari, sedangkan pada tenaman yang di tempat gelap batangnya membengkok karena terjadi ketidak seimbangan pertumbuhan sel antara bagian atas dan bawah, auksin akan terakumulasi pada sisi bawah sehingga batang menjadi bengkok.
3.      Cahaya merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang berada di tempat gelap dan redup akan tumbuh lebih cepat dari pada tanaman yang berada di tempat terang. Karena di tempat gelap tanaman tidak mendapatkan cahaya matahari sehingga hormon auksin yang terdapat pada biji kedelai bekerja secara optimal, di tempat redup tanaman mendapatkan sedikit cahaya matahari sehingga hormon auksin yang terdapat pada biji kedelai bekerja cukup optimal, sedangkan di tempat terang tanaman mendapatkan banyak cahaya matahari sehingga hormon auksin terurai.

4.2  Saran
Seharusnya para petani kedelai menanam kedelai di tempat yang mendapat banyak sinar matahari. Karena tanaman kedelai membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk fotosintesis, sehingga nutrisi yang dibutuhkan tanaman kedelai dapat tercukupi, dan menghasilkan tanaman yang bagus.


DAFTAR PUSTAKA

Kusumawati, Rohanawati dan Omegawati, W.H.2013.PR Biologi Kelas XII.Klaten : Intan Pariwara
Aryulina, Diah. dkk. 2006. Biologi 3 untuk SMA/MA kelas XII. Jakarta:esis
Kusuma, Rohan. dkk.2006. Biologi Untuk SMA/MA kelasn XII. Klaten. Intan Pariwara


LAMPIRAN